Asal - Usul Patung FISIPOL

Senin, Februari 14, 2011

Di kampus fisipol UGM, tepatnya di dekat taman politik terdapat sebuah patung yang berdiri gagah dipinggir kolam ikan. Patung tersebut merupakan patung dari dua orang mahasiswa dan satu orang mahasiswi yang sedang asyik membaca buku. Ada berbegai versi yang menceritakan patung ini, ada yang mengatakan bahwa itu adalah mahasiswa yang sedang belajar untuk UAS, ada yang mengatakan itu adalah patung mahasiswa pria yang sedang mencoba memikat hati seorang wanita dengan memamerkan keahlian membaca buku, dan ada pula yang menceritakan bahwa itu adalah sekelompok mahasiswa nakal yang sedang asyik membaca buku stensil. Namun dari berbagai macam cerita yang beredar ada sebuah cerita yang cukup menarik dan lebih masuk akal yang dapat menceritakan asal-usul patung tersebut. Begini ceritanya.....

 patung fisipol yang legendaris

Pada suatu siang yang cerah, ada tiga orang mahasiswa yang sedang asyik belajar. Mereka sedang belajar untuk mempersiapkan presentasi mata kuliah Teori Komunikasi di keesokan paginya. Untuk mempersiapkan hal tersebut mereka belajar dengan sungguh-sungguh agar semua senang, dosen senang, mahasiswa senang, dan mereka sendiri juga senang. Ketika sedang asyik membahas mengenai teori peluru, tiba-tiba datanglah  monster onde-onde di kampus fisipol. Monster onde-onde merupakan monster mengerikan dan jahatnya tanpa ampun, ia bisa merubah apa saja yang ada didepannya menjadi patung. Lalu monster onde-onde berkata "Mana Satria Baja Hitam!!! Saya ingin beradu Congklak dengannya!!! jika ia tidak datang dalam waktu 10 menit akan saya buat kampus ini menjadi patung Semua!!!" , begitulah ancaman dari monster onde-onde. Mendengar ancaman itu warga kampus fisipol menjadi panik dan segera meninggalkan kampus fisipol untuk menyelamatkan diri. Lalu, bagaimana dengan ketiga mahasiswa yang sedang belajar tersebut? ternyata mereka sedang asyik belajar dan mengira monster onde-onde adalah kawan mereka yang sedang bermain cosplay. Berhubung mereka sedang mempelajari teori peluru, mereka mengira monster onde-onde adalah kawan mereka yang terpengaruh tayangan televisi dan kemudian mencoba membuat kostum seperti monster-monster yang ada di televisi. Akibatnya merekapun tetap asyik belajar dan tidak menghiraukan bahaya yang sudah menghadang di depan mata mereka.
 mahasiswa fisipol yang sedang asyik belajar kelompok

 monster onde-onde yang bisa merubah apa saja menjadi patung. Dia ingin beradu congklak dengan satria bajahitam, jika keinginannya tidak dipenuhi ia akan merubah siapa saja yang didepannya menjadi patung

Ditempat lain bajahitam sedang asyik melakukan senam SKJ (senam kesehatan Jasmani) agar tubuhnya selalu sehat dan bugar. Sedang asyik-asyiknya melakukan gerakan senam, indra belalangnya memberikan sinyal bahwa sedang ada bahaya di kampus fisipol. Dengan sigap bajahitam kemudian naik ke atas belalng tempur dan memacu motornya di tengah keramaian kota jogja dengan kecepatan maksimal agar sampai tujuan dengan tepat waktu karena bajahitam adalah orang jepang yang membenci jam karet.

 Baja hitam sedang asyik senam SKJ agar badannya tetap sehat dan bugar

mendengar adanya marabahaya di kampus fisipol, bajahitam langsung memacu belalang tempur dengan kecepatan maksimal di tengah keramaian kota jogja

Perjalanan dari tempat senam hingga kampus fisipol diperkirakan mencapai 8 menit saja, namun apa yang terjadi....ketika memasuki area UGM baja hitam dihadang pos pengecekan KIK dimana setiap orang yang akan memasuki wilayah UGM harus menunjukkan KIK atau membayar biaya masuk kendaraan sebesar 1000 rupiah. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, bajahitam bukan mahasiswa UGM dengan begitu ia tidak punya KIK, tidak hanya itu bajahitam juga tidak pernah membawa uang kareana di kostum yang ia kenakan tidak ada saku untuk meletakkan dompet, jadilah ia tidak bisa memasuki kawasan UGM menggunakan belalang tempur kesayangannya. Baja hitampun pun kemudian memarkir motornya di dekat pos pengecekan KIK dan berjalan kaki menuju kampus Fisipol.


setelah memarkinkan motornya, bajahitam kemudian berjalan kaki menuju kampus Fisipol

Sepertinya kali ini dewi fortuna tidak berpihak pada bajahitam, akibat tidak bisa memasuki kampus fisipol dengan sepeda motor ia menghabiskan waktu yang lebih lama untuk sampai ke kampus fisipol. Akibatnya yang tadinya kampus fisipol bisa ditempuh dengan 8 menit saja kini ia harus menghabiskan 15 menit untuk sampai ke kampus fisipol, itu saja sudah berlari dengan kecepatan secepat belalang melompat. Lalu, bagaimana dengan monster onde-onde? karena tidak keinginannya tidak terpenuhi untuk bertemu dengan bajahitam dalam waktu 10 menti, ia merubah siapa saja yang ada didepan matanay menjadi patung. Pada waktu itu yang tersisa di kampus fisipol tinggal tiga mahasiswa yang sedang belajar teori komunikasi, karena mahasiswa lainnya sudah kabur menyelamatkan diri lebih dahulu. Jadilah tiga mahasiswa tersebut dijadikan patung oleh monster onde-onde, sungguh kasihan sekali nasib ketiga mahasiswa tersebut.  Ternyata merubah ketiga mahasiswa menjadi patung menghabiskan banyak tenaga, monster onde-onde pun capeknya bukan main karena capek kemudian monster onde-onde pergi ke panti pijat untuk menghilangkan rasa lelah. Setelah monster onde-onde lenyap dari kampus Fisipol barulah bajahitam sampai kampus tersebut dengan terengah-engah karena berlari dari bunderan UGM hingga kampus Fisipol. Bajahitampun menyesal karena ia gagal menyelamatkan mahasiswa malang tersebut dari serangan monster onde-onde. Agar hal tersebut tidak terulang lagi kemudian bajahitam mendaftar UM-UGM agar bisa diterima di kampus ugm, dengan begitu ia bisa punya KIK dan dapat bebas masuk keluar kampus dengan belalang tempurnya. Alhamdulillah bajahitam diterima di UGM Jurusan Ilmu Miskomunikasi dan ia bisa membuat KIK.
akhirnya baja hitam diterima di UGM dan bisa membuat KIK


Sekian cerita saya mengenai asal usul patung di kampus fisipol, semoga bisa menambah wawasan dan mengisi waktu luang :)


You Might Also Like

0 comments

Like us on Facebook