Mengadu Peruntungan di Negeri Ginseng (part 1)

Selasa, September 04, 2012

Jadi begini...ceritanya saya habis pulang dari Korea Selatan untuk mengikuti lomba iklan disana namanya Young Stars Ad Competition 2012. Acara ini diselenggarakan dibawah festival iklan Busan Adstars 2012. Bisa  dibilang lomba ini semacam BG Award Citra Pariwara atau Ad Student Pinasthika,  lomba iklan mahasiswa tingkat mahasiswa di Indonesia. Biarpun nggak menang, saya dapat banyak pengalaman yang mungkin akan saya bagi disini. Bolehkan bagi-bagi pengalamannya? :)


Awal mula saya tau lomba ini kalo nggak salah dari Japra temen saya di BG Citra Pariwara. Japra cerita kalo di Korea ada festival iklan gitu...dan ada lomba buat mahasiswa juga. Kemudian saya cek dan bener juga ada lomba iklan buat mahasiswa. Awalnya sempet pingin ikut soalnya kita cuma disuruh ngirim CV+porto unutk kemudian diseleksi tapi habis baca kalo panitia cuma nanggung penginapan sama makan 7 kali (yang berarti tiket pesawat dan lain-lain bayar sendiri) jadi agak mikir lagi. Padahal waktu itu sudah berwacana sama temen saya Arie buat ikutan sampai akhirnya hampir lupa beneran kalo mau ikutan. Sampai pada H- sekian deadline pengumpulan CV dan porto si Arie ngingetin, "piye mat arep ngirim ra?". Saya pun jadi kepikiran lagi mau ikut atau enggak, soalnya saya sendiri juga nggak ada dana buat beli tiket pesawat Jogja - Seoul PP. Sampai akhirnya kami pun nekat ngirim CV dan porto dengan niat cuma mau ngecek apakah karya kami bisa dipahami sama mereka  apa nggak. Akhirnya kami ngirim juga tuh CV+porto via Pos Indonesia.

***

Pada suatu siang yang cerah ada e-mail masuk, e-mailnya bilang kalo tim kami lolos seleksi Young Stars 2012 yang artinya kita diundang ke korea untuk ikut lomba dan mereka minta konfirmasi mau dateng atau enggak. Saya pun mikir-mikir mau berangkat atau enggak soalnya saya sendiri juga nggak ada dana apalagi habis liat harga tiket jogja-incheon PP kurang lebih $944, tambah makin ragu deh. Saya dan temen-temen nggak kehabisan akal, kami inget sama beberapa temen yang sering lomba keluar negeri entah lomba debat, olimpiade, lomba robot dan mereka bisa-bisa aja tuh berangkat buat lomba. Kami pikir kalo mereka bisa kenapa kita enggak? Dari situ mulailah kita bikin proposal semacam bantuan dana untuk lomba untuk diserahkan ke jurusan, fakultas, rektorat, dikti, dan lain-lain. Yang namanya proposal dana ke institusi itu pasti turunnya lama padahal kami butuh dana segera untuk beli tiket, soalnya tanggal segitu masa-masa peak season takutnya kalo kehabisan tiket dan dapet tiket mahal. Untung ada yang mau "nyeponsori" kami dulu, nanti kalo proposal ada yang nembus dan dananya turun baru dibalikin. Akhirnya kami memutuskan untuk jadi ke Korea dan bersiap mengurus dokumennya.

Beberapa hari kemudian kami mulai nyiapin dokumen, eh iya jadi tim kami itu ada saya, Arie, dan Angga. Saya sama Arie dah punya paspor, si Angga belum punya paspor dan KTP-nya mati. Jadilah kami nungguin angga ngurus KTP kemudian ngurus paspor yang kira-kira makan waktu 2 minggu lebih. Sampai akhirnya semua siap dan alhamdulillah visa kami pun jadi (padahal sempet khawatir juga kalo visanya nggak tembus). Visa jadi dan tiket sudah didapat itu artinya tinggal menghitung hari hingga hari keberangkatan dan menyiapkan mental.
akhirnya visa koreanya jadi horeee!!!!
Akhirnya sampai juga di hari keberangkatan, hari kedua lebaran tepatnya tanggal 20 Agustus 2012. Wah senang sekali ternyata banyak teman-teman yang mendukung kegiatan kami, mention twitter-pun datang bersahutan *terimakasih ya teman-teman atas dukungannya*. Sebenernya kami berangkat ke Korea dengan modal nekat, uang saku pas-pasan, bahasa inggris pas-pasan (kecuali Angga), dan ini adalah pengalaman pertama kami keluar negeri. Kami  berangkat ke Korea pake Garuda Indonesia (dapet diskon mahasiswa 25% lho :p) berangkat sekitar pukul 20.30 transit dulu di Denpasar dan sampe di Incheon sekitar pukul 08.30 pagi.

Sesampainya di Incheon kami langsung mengurus kedatangan  di imigrasi. Ada pengalaman yang bikin saya agak malu disini, jadi di bagian imigrasi sebenernya dilarang motret tapi saya nggak tau, pas di monitor imigrasi keluar tulisan "Welcome to Korea" saya antusias sekali karena itu artinya saya sudah resmi bisa masuk korea. Saya keluarkan HP dari saku dan cekrek saya ambil gambarnya dan seketika si petugas bilang "No Picture!!!" sambil menggebrak meja. Saya pun kaget karena nggak tau kalo ada aturan begitu, lalu dengan tampang innocent saya minta maaf dan langsung pergi. Hehehehe.

gara-gara ambil gambar ini saya dimarahin petugas
.
Habis itu langsung kami bergegas beli T-Money (semacam kartu serbaguna untuk bayar-bayar) dan langsung menuju stasiun subway untuk ke Seoul. Jadi acara kami itu di Busan tapi sehari sebelumnya kami nginep di Seoul dulu semalem sekalian jalan-jalan. 

stasiun subway untuk ke seoul station

suasana di dalam subway eh atau kereta ya? namanya AREX (airport express)

masih di kereta
Sampai juga di Seoul Station. Ternyata untuk menuju penginapan kami harus pindah line yang artinya harus pindah tempat dimana tempatnya naik turun tangga dan Seoul station ini luas banget. Lumayan jauh sih dan capek soalnya bawa koper. Buat temen-temen yang mau ke Seoul, sekedar saran sih...kalo kalian bawa koper, tujuan kalian jelas dan bisa dijangkau airport bus mending naik bus aja, tinggal duduk dan sampai. Nggak perlu naik turun tangga bawa koper berat-berat.

seoul station
Setelah sampai Seoul kemudian kami mencari lokasi guesthouse yang sudah kami booking sebelumnya. Ternyata bagi pendatang seperti kami mencari tempat berbekal peta yang tersimpan di handphone tidaklah mudah. Kami berputar-putar, tanya sana-sini, dan hampir nyasar. Akhirnya kami memutuskan untuk naik taksi saja. Alhamdulilhah setelah diberi alamat lengkap (biarpun agak susah soalnya si sopir taksi nggak bisa bahasa inggris) kami pun segera melaju ke guesthouse,

menelusuri gang-gang untuk mencari lokasi guesthouse

taksi disini semuanya pake GPS, tinggal masukin alamat langsung ditunjukin jalannya
Akhirnya sampai juga di penginapan. Setelah check in langsung kami menuju kamar untuk beristirahat karena sore hari kami berencana mencari meeting point untuk free shuttle bus ke Busan. Sempet juga kami coba-coba ngenet disini dan speed-nya kenceng banget.

pemandangan kamar di penginapan

disini internetnya kenceng banget
Sorenya kami jalan-jalan sambil nyari tempat meeting point shuttle bus gratis. Oh ya hampir lupa belum jelasain apa itu shuttle bus gratis. Jadi pemerintah korea nyedian bus gratis dari Seoul ke Jeonju dan Busan. Bus gratis tersebut disediain khusus untuk turis asing dan harus daftar H-10 keberangkatan. Untung kami udah daftar dulu dan dapet kursi, jadi kami bisa ke Busan gratis. Maklum mahasiswa...harus punya strategi biar bisa ngirit hehehehe. Kemudian jalan-jalanlah kami  menuju  tempat meeting point tersebut. Disini tempatnya enak banget buat jalan kaki, selain transportasi massalnya mendukung (bus dan subway), trotoarnya juga asyik buat dipake jalan. Habis itu pengendara mobil disini hormat banget sama pejalan kaki, semisal kalo mau  nyebrang di tempat yang nggak ada lampu lalu lintasnya dan berpapasan sama mobil, mereka bakal ngalah dan mempersilakan pejalan kaki untuk jalan duluan. 

Korea tempatnya enak buat jalan kaki
disini jualan Rawon bisa bikin perusahaan travel dan tour hihihihi
Sebelum ketemu sama tempat meeting point, kami mempir ke semacam museum yang namanya "King Sejong Story". Museum ini dijadikan media pembelajaran bagi masyarakat untuk mengenal siapa itu King Sejong dan jasa-jasanya bagi masyarakat Korea terutama di bidang ilmu  pengetahuan. Disini bisa kita lihat sejarah Korea, berbagai macam penemuan King Sejong, dan berbagai benda-benda bersejarah. Pokoknya semua disajikan secara unik dan modern. Habis puas liat-liat dan nggumun di King Sejong Story kami pun segera melanjutkan perjalanan meeting point. Sempet muter-muter juga akhirnya sampai juga di tempat tujuan. 



salah satu dinding di King Sejong Story

cerita King Sejong dan sejarah Korea disajikan secara menarik


ada yang interaktif juga medianya


disini ada macet juga ternyata

disini ada kios juga jual majalah dan makanan/minuman ringan
Sampai disini dulu ya ceritanya biar nggak kepanjangan. Cerita selanjutnya akan disampaikan di part 2 :)


You Might Also Like

0 comments

Like us on Facebook