Mengadu Peruntungan di Negeri Ginseng (Part 2)

Kamis, September 06, 2012

sambungan dari part 1

Sesuai dengan itenerary kami, hari kedua di Korea (22 Agustus 2012) kami  akan berangkat ke Busan. Karena hari ini diadakan orientasi bagi peserta Young Star 2012. Dengan memanfaatkan Free Shuttle Bus yang sudah didapat sebelumnya, kami  ke Busan dengan gratis. Lumayanlah buat  ngirit ongkos. Pagi-pagi sekitar pukul 07.00 kami check-out dari Guesthouse untuk segera bergegas ke meeting point. Untung sehari sebelumnya kami sudah mengecek tempat. Sehingga kami tidak kebingungan lagi. Dari penginapan kami memilih naik taxi, soalnya malas juga kalo naik subway/bus bawa-bawa koper dan tas, lumayan capek soalnya. Lagipula harga nggak begitu jauh, semisal ongkos taxi sekitar 4000 won untuk 3 orang dan Bus sebesar 1200 won per orang, tentunya lebih menguntungkan jika naik taxi. Kamipun langsung  mencari taxi dan segera menuju DongHwa duty free shop (tempat meeting point). Sampai disana ternyata masih sepi. Beberapa waktu kemudian bus pun datang, segera kami menunjukkan tiket dan paspor ke petugas dan kami pun tinggal duduk nyaman di dalam bus. Setelah semua penumpang masuk bus berangkat menuju Busan sekitar pukul 08.00.


Lima jam kemudian kami pun sampai di Busan (sekitar pukul 13.00) kami pun segera ke stasiun subway terdekat untuk menuju Hotel tempat menginap, namanya Busan Youth Hostel Arpina. Kurang lebih perjalanan dari stasiun ke Hotel memakan waktu 45 menit, capek juga jalan kesana-kemari.


penampakan Free Shuttle Bus


penampakan dari dalam

penampakan dari dalam bis (kayak gini gratis lho)


Akhirnya sampai juga di Hotel, sebenernya lebih disebut youth hostel sih soalnya penginapan ini ditujukan untuk pelajar yang akan melakukan kegiatan di Busan. Ternyata di kamar kami nggak cuma bertiga, ada dua orang lagi yang tinggal sekamar dengan kami. Namanya Idris dari Singapura dan Bryan dari Vietnam (sayang sekali kami lupa berfoto bersama). Jadi si Idris ini cowok sendiri di teamnya jadi dia gabung bareng kamar kami, dia juga bisa bahasa melayu ternyata...agak aneh juga pas ngomong pake bahasa melayu di negeri orang hihihi. Kalo Bryan juga senasib sama Idris doi cowok sendiri di timnya jadi sekamar bareng  kami. Bryan sendiri sebenarnya orang vietnam yang sekolah di Korea, dia sekolah bisnis disini dan udah punya perusahaan sendiri.Wow hebat ya...

Malamnya kami mengikuti orientasi. Disini kami diperkenalkan dengan panitia, pembagian kaos dan id card, dan disosialisasikan berbagai macam informasi dan peraturan. Ditempat ini untuk pertamakalinya kami melihat seluruh peserta Young Stars 2012, wah ternyata acara ini diikuti oleh 44 tim dari berbagai negara seperti Jepang, China, Korea, Singapura, Belanda, Polania, Rusia, dan Indonesia sendiri.


penampakan kamar kami menginap


horeee dapat kaos gratis

Keesokan harinya kami pergi ke BEXCO untuk mengikuti acara utama. Dimulai dari pembukaan, perkenalan juri, dan segala macem tetek bengeknya. Ternyata ada satu juri dari Indonesia yaitu Randy Rinaldi (ECD Grey Jakarta). Sempet ngobrol bentar dan kami diberi beberapa "petuah" terkait dengan lomba yang akan dijalani. Wah akhirnya ketemu orang Indonesia juga nih hehehe....

Yang dinanti akhirnya datang juga, "BRIEF"!!!! ya  kami sudah menebak-nebak apa kira-kira briefnya nanti. Melihat sponsornya dari samsung kami menduga brief-nya tidak jauh dari produk samsung. Brief pun diumumkan sama Kevin Lee (ketua juri) dan benar saja kami harus membuat iklan tentang samsung, medianya bebas boleh apa saja bisa print ad, oudoor, ambient, interactive, dan lain-lain. Kami diharuskan mengomunikasikan  "smart technology" dari samsung dan bagaimana teknologi tersebut bisa merubah hidup manusia melalui salah satu media yang sudah kami pilih. Waktu yang diberikan hanya 30 jam dimana esok sorenya karya harus dikumpulkan.

Sebenarnya kami menemui sedikit kesulitan, yaitu dalam pemahaman dengan apa itu "smart technology". Apalagi kami juga belum punya pengalaman dengan apa yang disebut dengan "smart technology" entah yang terdapat di mesin cuci, televisi, kamera, maupun handphone. Padahal kalo mau bikin iklan kita harus punya pengalaman dengan produk yang mau diiklankan atau paling nggak bikin riset kecil-kecilan seputar produk. Sayang sekali waktu yang diberikan sangat sedikit. Kami pun hanya mengandalkan internet untuk memahami apa yang disebut dengan "smart technology". Mulai liat-liat iklan samsung di youtube, liat-liat review produk samsung, dan sebagainya. Hari pertama kami isi dengan brainstorming, ngumpulin ide satu persatu, debat, wah pokoknya semua ide dikumpulin dan diperdebatkan satu-persatu. Sampe hostel pun kami juga masih brainstrom nyari ide. Sampe akhirnya pukul 3 pagi kami baru dapet ide dan baru dieksekusi esok pagi. 

Esok paginya kami langsung ngebut buat eksekusi karya, takut nggak kekejar deadlinenya. Alhamdulillah karya kami jadi juga, meski kami masih ngerasa banyak kekurangan. Dengan modal nekat dan do'a kedua orang tua, kami men-submit karya  dan tinggal pasrah berdo'a.

Pembukaan Youngstars 2012

wow kami dapet nomer urut 41

meja kerja kami

makanan dari panitia, entah namanya apa yang penting sikaaaat!!!!



dapet asupan minuman berenergi juga

akhirnya jadi juga karya kami (klik untuk memperbesar)

Habis acara lomba selesai kami diberi kesempatan ikut nonton acara awarding hari pertama. Kebetulan karya temen saya Doppy dan pasangannya, Nasa dapet gold. Karya mereka masuk kategori general public section (karya non-professional). Saya mewakili mereka untuk naik keatas panggung nerima metal, lumayanlah dapet kesempatan naik panggung dan nampang di layar besar.

Ternyata acaranya nggak seperti yang saya bayangkan. Awalnya saya membayangkan acaranya meriah dan bakal ketemu banyak orang iklan dari seluruh penjuru dunia, soalnya banyak juga karya yang masuk final berasal dari berbagai negara termasuk Indonesia. Kenyataannya yang dateng cuma dari Korea sama negara sekitar kayak jepang dan china. Sisanya ya...juri dan beberapa tamu undangan. Kategorinya pun juga aneh, kalo biasanya dibagi atas medianya semisal tvc, print ad, outdoor, dll kalo disini dibagi berdasar jenis produknya kayak food ,baverage, home appliance, beauty/cosmetic, IT, dll. Jadi dalam satu kategori  pemenangnya bisa dari berbagai macam media yang berbeda. Acaranya pun semacam semi formal, sepi, nggak begitu meriah, dan seperti belum punya "identitas". Kalo dibandingin sama Festival Iklan Pinastika, saya lebih suka Pinastika soalnya lebih meriah, rame, dan nggak terlalu  formal kayak gini. Habis nonton awardingnya, saya sebagai orang Jogja bangga soalnya di Jogja ada Pinastika dimana Pinastika bisa mempertahankan idealismenya untuk mengangkat nilai-nilai lokal.

Suasan panggung Ad Stars
acarane semacam suwung


lumayan nampang di layar besar, makasih Doppy!


bersambung di part 3


You Might Also Like

0 comments

Like us on Facebook