Kok dulu saya bisa nulis ginian ya?

Rabu, Oktober 17, 2012

Tadi sore saya iseng-iseng buka folder kuliah semester 1. Kemudian saya buka folder mata kuliah "Dasar-dasar Penulisan" dan saya menemukan salah satu tugas mid semester. Pada waktu itu setiap siswa diminta untuk membuat tulisan dengan tema tertentu, saya pun memilih tema "komunikasi verbal dan non verbal". Sebagai anak yang tidak suka menulis serius, saya pun bingung tentang apa yang akan saya tulis. Akhirnya saya membuat tulisan  yang berjudul "Penggunaan Komunikasi Verbal dan Non Verbal dalam Memikat Wanita. Entah ada setan apa yang merasuki tubuh saya sehingga saya bisa berniat membuat tulisan seperti itu. Awalnya saya agak ragu dengan keberadaan referensi untuk tugas saya ini tapi kok ya nemu juga. Akhirnya dengan gaya tulisan asal-asalan dan amburadul jadi juga tugas mid semester saya. 


Setelah 4 tahun lamanya sejak tulisan ini dibuat saya jadi berpikir, kok dulu saya bisa nulis ginian ya?

Jika berminat membaca sudah saya copy disini. Selamat membaca. Selamat bingung. Selamat meng-klik "close tab" dengan segera. :)



_________________________________________________________



Penggunaan Komunikasi Verbal dan Nonverbal Dalam Memikat Wanita
 I. Pendahuluan

Kehidupan mahasiswa tidak lepas dari kata percintaan, pacaran, atau apalah yang mengartikan dimana ada dua insan yang saling mencintai dan mengasihi. Banyak orang tua yang baru membolehkan anaknya berpacaran pada waktu kuliah. Oleh karena itu sering kita temukan banyak mahasiswa yang sibuk mencari pasangan diwaktu masa–masa seperti ini . Kegiatan mencari pasangan biasanya dimulai dari survei yaitu mencari orang yang ingin di jadikan kekasih. Setelah survei, dilakukan usaha-usaha untuk mendapatkan orang yang diinginkan. Lalu setelah usaha berhasil dimulai masa pacaran. Pacaran tersebut dapat berakhir di pelaminan atau putus ditengah jalan, semua itu tergantung bagaimana kita membina hubungan.
            Sebagai seorang pria , kita dituntut untuk bisa memikat lawan jenis. Terdapat banyak faktor agar seorang wanita terpikat pada kita. Faktor tersebut terbagi atas faktor fisik dan nonfisik. Jika fisik kita sudah mendukung bukan hal yang sulit bagi seonag pria untuk dapat memikat hati seorang bahkan banyak wanita. Tetapi jika tampang pas-pasan bukan berarti mustahil untuk mendapatkan wanita idaman kita. Jika semua serba pas-pasan yang dapat dilakukan adalah berusaha. Usaha dalam memikat wanita tidak lepas dati peran komunikasi, baik secara verbal ataupun nonverbal.
Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak bisa lepas dari kegiatan komunikasi verbal dan nonverbal. Hal itu dilakukan karena kita memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain. Ketika di jalan kita berpapasan dengan orang yang kita kenal lalu kita menyapanua dengan seruan “hai”, atau kita hanya melambaikan tangan saja itu sudah termasuk bentuk dari komunikasi. Lalu ketika kita berpamitan pada orang lain kita biasa mengucapkan “selamat tinggal” sambil melambaikan tangan, dalam hal ini komunikasi verbal dan nonverbal dilakukan secara bersamaan.   Komunikasi verbal dan nonverbal sudah diajarkan orang tua kita sejak kita masih kecil, contohnya ketika kita diberi sesuatu oleh orang lain kita di ajarkan untuk mengucapakan terima kasih atau ketika kita diberikan tawaran oleh oang lain kita diajarkan untuk menganggukkan kepala sebagai tanda setuju dan mengelengkan kepala sebagai tanda tidak setuju. Secara tidak sadar kita memelajari komunikasi verbal dan nonverbal dari apa yang kita lihat.
Komunikasi verbal menggunakan bahasa lisan maupun tulisan. Contohnya, ketika menyapa seorang teman lama dengan ucapan ”hai, apa kabar” itu merupakan komunikasi secara lisan atau ketika kita ber-chatting ria dengan teman itu merupakan komunikasi secara tulisan. Seperti contoh tadi, dapat kita simpulkan komunikasi verbal tidak lepas dari bahasa. Menurut Deddy Mulyana (2003:237) bahasa dapat juga dianggap sebagai sistem kode verbal. Oleh karena itu, untuk dapat berkomunikasi verbal dengan orang lain, kita harus yakin orang lain tahu bahasa yang kita gunakan. Jika tidak, dalam kegiatan berkomunikasi akan terjadi miss communication. Dalam komunikasi verbal kita dituntut untuk berhati hati dalam menggunakanya. Apalagi jika kita sering mencampur bahasa daerah dalam komunikasi verbal kita, jika orang salah mengartikan apa yang kita omongkan dapat teradi kesalah pahaman bahkan konflik yang lebih besar. Hal itu dikarenakan terdapat banyak bahasa yang sama tetapi memiliki arti yang berbeda. Keberhasilan komunikasi verbal dapat dicapai apabila individu-individu yang berkomunikasi saling mengerti apa yng dibicarakan dan tidak ada kesalahpahaman.       
Komunikasi nonverbal adalah komunikasi selain mengunakan lisan dan tulisan. Dengan kata lain komunikasi nonverbal tidak mengenal bahasa. Deddy Mulyana ( 2003:316) mengklasifikasikan komunikasi nonverbal berupa: bahasa tubuh, sentuhan, parabahasa, penampilan fisik, bau-bauan, orientasi ruang dan jarak pibadi, konsep waktu, diam, warna, dan artefak. Banyak sekali bentuk komunikasi nonverbal yang sering kita lakukan seperti, menganggukkan  kepala sebagau tanda setuju. Dengan memahami konsep komunikasi nonverbal, kita dapat memahami berbagai macam sifat, perasaan, suasana hati, atau isyarat-isyarat yang diberikan orang lain.
Komunikasi nonverbal sangat berguna dalam berbagai segmen kehidupan. Dalam melatih binatang sirkus, para pelatih mengunakan bahasa isyarat sebagai alat komunikasi yang efektif. Jika kita sedang berjalan-jalan ke luar negeri bahasa isyarat dapat digunakan jika kita tiba-tiba lupa dengan bahasa setempat. Para tunawicara dan tunarungu uga mengunakanbahasa isyaat dalam kehidupan mereka, walaupun meeka bisa membaca dan menulis.  
Dalam memikat seorang wanita terdapat berbagai macam cara. Kita bisa menetahui cara-cara tersebut dengan membaca buku, mencari di internet, atau bertanya pada teman yang sudah berpengalaman. Terdapat cara biasa dan tidak biasa. Cara biasa adalah cara yang biasa oarang lakukan sedangkan cara tidak biasa adalah cara yang cenderung nyentrik atau aneh. Sebagai seorang yang baru pertama mencoba, mungkin bingung akan menggunakan cara apa. Berbeda dengan yang sudah bepengalaman, mereka sudah tidak bingung lagi dengan cara yang akan digunakan. Cara yang dipakai uga menentukan keberhasilan apakah berhasil memikat wanita atau tidak.
Komunikasi verbal dan nonverbal sangat berperan dalam usaha memikat wanita. Peran tersebut berupa bagaimana kita berkomunikasi dengan wanita yang kita idamkan. Bentuk komunikasi verbal dan nonverbal dapat berupa rayuan, kata-kata, ekspresi, bahasa tubuh, dan lain-lain. Seorang pria dapat memilih porsi yang digunakan untuk mendapatkan wanita yang diincarnya, apakah lebih dominan yang verbal ataupun nonverbal. Setiap bentuk komunikasi verbal atau nonverbal terdapat  kelebihan dan kekurangan, tergantung bagaimana kita menyikapinya.

II. Isi

            Mendapatkan seorang wanita biasanya melalui tahapan-tahapan tertentu. Dimulai dari perkenalan, pada tahap ini kita dituntut untuk berani berkenalan pada seorang wanita. Lalu dilanjutkan dengan tahap  pendekatan, dalam tahap ini seorang pria memulai pendekatan baik wanita itu sadar atau tidak sadar bila sedang didekati. Pendekatan dapat dilakukan dengan melakukan pembicaraan atau membei perhatian yang pada akhinya membuat wanita tersebut tertarik pada kita. Dan yang terakhir ”penembakan”, pada tahap ini seorang pria menyatakan cinta pada wanita idamannya. Tahap ”penembakan” meupakan tahap yang mendebarkan karena pda tahap ini kita mendpatkan jawaban hasil dai usaha usah kita selama ini. Tahap penembakan harus dilakukan di waktu yang tepat dan mengunakan bahasa yang tepat. Jangan sampai kita menyatakan perasaan cinta kita pada waktu yang salah, misalnya ketika taget kita sedang berduka.  Tahap-tahap tersebut harus dilalui dengan baik karena, tidak mungkin kita menyatakan perasaan cinta pada seorang wanita tapi wanita tersebut tidak kenal dengan kita.  
Komunikasi verbal dalam usaha memikat wanita turut berperan. Media yang digunakan untuk usaha tersebut dapat berupa kata-kata  yang dikatakan langsung ataupun ditulis lewat sms atau surat. Kata-kata pujian juga menjadi hal yang sering dikatakan agar wanita yang diinginkan tertarik pada kita. Komunikasi verbal yang digunakan pada saat berkenalan dengan mengucap ”hai, boleh kenalan?”, lalu pada saat memberi perhatian dengan mengucap ” kamu kok kelihatan cantik hari ini”, ataupun pada saat menyatakan cinta ” mau nggak kamu jadi pacarku?”, dan sebagainya. Selain dikomunikasikan secara langsung komunikasi verbal bisa dikomunikasikan melalui perantara. Tanpa komunikasi verbal tahap-tahap dalam pencarian wanita tidak bisa berjalan dengan baik.
            Para pria yang sedang mencari pasangan biasanya lebih dominan mengunakan komunikasi verbal dalam usaha untuk mendapatkan gadis pujaannya. Hal itu dilakukan karena bebagai alasan. Selain lebih mudah, penggunaan komunikasi verbal dirasa lebih efektif daripada menggunakan komunikasi nonverbal. Orang yang lebih dominan menggunakan komunikasi verbal biasanya adalah orang yang pandai bicara. Dengan mengunakan komunikasi verbal gadis yang diincar menjadi lebih mengerti apa yang dimaksud. Jika wanita yang kita incar memang sudah tertarik pada kita, penggunaan kata kata, tulisan-tulisan yang bersifat merayu tidak menjadi masalah. Jika kata-kata kita bisa membuat wanita idaman kita terpikat berarti komunikasi verbal yang digunakan berjalan dengan baik.
            Tetapi penggunaan komunikasi verbal kadang tidak semulus yang diduga sebelumnnya. Sering terjadi kesalah pahaman karena hal yang sepele. Kadang kita memberikan infomasi kurang informatif sehingga tejadi kesalahan kesalahan kecil yang bisa menjadi besar. Atau, jika sedang merayu denga rayuan gombal, ternyata wanita yang kita incar tidak suka dirayu. Bahasa juga menjadi kendala dalam membina hubungan, apalagi jika wanita yang kita incar berasal dari daerah yang berbeda dengan kita. Kadang terdapat bahasa yang pengucapannya sama tetapi memiliki arti sendiri di setiap daerah. Dengan kendala-kendala tersebut usaha untuk mendapatkan wanita idaman kita menjadi semakin sulit.    
            Sering kita menggunakan kata-kata yang belebihan dalam usaha untuk mendapatkan wanita yang dinginkan. Sepertui kalimat ”walaupun bulan terbelah menjadi dua”,  ”walaupun badai menghadang”, diucapkan untuk menunjukkan keseriusan kita pada wanita yang kita impikan. Tetapi pada kenyataanya wanita hanya butuh perbuatan dan tingkah laku, bukan kata-kata yang berlebihan, seperti sebuah lirik lagu lama yang dipopulerkan oleh penyanyi Rani:

Kalau kau benar-benar sayang padaku
Kalau kau benar benar cinta
Tak perlu kau katakan semua itu
Cukup tingkah laku
           
Jika ternyata  wanita yang diincar tidak suka pria yang suka menggombal, maka pupus sudah harapan untuk mendapatkan wanita yang dinginkan. Karena wanita yang kita incar sudah tidak suka lebih dulu. Kalau sudah begitu hal yang bisa dilakukan adalah merubah image kita pada wanita tersebut.   
Selain menggunakan bentuk komunikasi verbal, komunikasi nonverbal juga digunakan sebagai cara untuk memikat wanita. Komunikasi nonverbal dilakukan sebagai penunjang komunikasi verbal atau sebagai cara utama dlam melakukan pendekatan. Bentuk komunikasi ini dapat berupa tingkah laku yang menunjukkan perhatian, kedipan mata, senyuman, atau tatapan mata. Komunikasi nonverbal digunakan sebagai pelengkap atau cara utama dalam mendapatkan wanita yang diinginkan. Sebagai contoh pada waktu tahap pendekatan, kita membelikan makanan/ barang-barang kesukaan, dengan begitu sang wanita merasa diperhatikan. Lalu ketika kita berbicara pada wanita yang diincar, penggunaan pesan nonverbal seperti  sentuhan dapat menambah kedekatan antara seorang pria dengan wanita. Dengan penggunaan komunikasi nonverbal diharap menbuat usaha untuk mendapatkan wanita yang dinginkan menjadi lebih mudah. Kedahsyatan komunikasi nonverbal dapat dilihat dari lirik lagu dara manisku yang dinyanyikan oleh penyanyi  Chrisye dibawah ini.    

lirikan matamu menarik hati
oh senyumannu manis sekali
oh kiranya aku sedang jatuh cinta.

Dari lirik diatas dapat diketahui betapa pentingnya suatu komunikasi nonverbal. Hanya lirikan dan senyuman saja sudah dapat membuat orang tertarik pada kita. Tetapi lirikan dan senyuman kita belum pasti dapat menarik hati seorang wanita, bisa saja seoarang wanita menjadi menjadi tidak suka pada seorang pria karena lirikan atau senyuman yang berlebihan. Agar komunikasi nonverbal dapat berjalan dengan baik, seorang pria harus memiliki kharisma tersendiri.  
Pada orang yang belum punya cukup nyali untuk berkenalan langsung, komunikasi nonverbal bisa menjadi pemecah masalah. Seorang pria biasa melakukan hal-hal yang menarik perhatian wanita yang diincarnya. Hal itu dapat dilakukan dengan berpenampilan semenarik mungkin agar wanita yang diincar tertarik pada kita atau bertingkah laku yang menjadikan si pria menjadi pusat perhatian. Setelah wanita yang diincar terlihat tertarik, barulah perkenalan baru berani dilakukan.
Seperti kita lihat di film-film, komunikasi nonverbal banyak dipakai sebagai ajang pendekatan. misal, ketika seoarang pria pura-pura menjatuhkan barang bawaanya ketika berpapasan dengan wanita yang menarik. Si pria berharap agar wanita tersebut mengambil barang yang jatuh dan memberikannya pada pria tersebut, jika wanita tersebut mengambilkan barangnya lalu dimulailah pembicaraan. Perbuatan pria tersebut merupakan bahsa tubuh yang mengartikan bahwa si pria ingin berkenalan pada wanita tersebut. Seperti contoh diatas, sebuah komunikasi nonverbal memiliki makna dan arti tersendiri. Sebuah tingkah laku seperti menjatuhkan buku, senyuman, salah tingkah, memiliki arti dan makna yang berbeda-beda.  
Menjaga dan mengatur tingkah sangat bepengaruh dalam mendapatkan wanita yang diinginkan. Dengan kita menjaga tingkah laku, maka kita memberi kesan yang positif pada wanita tersebut. Menjaga tingkah laku dapat dilakukan dengan cara berperilaku sesuai norma yang berlaku atau tidak melakukan hal-hal yang memberi kesan negatif. Jika tingkah laku kita buruk maka jangan harap ada wanita yang mau didekati. Seorang lelaki harus berperilaku sebaik mungkin di depan wanita yang disukainya, karena jika salah bertingkah laku maka akan mempersulit usaha untuk mendapatkan wanita tersebut.
Ketika sedang bebicara dengan seorang wanita sebisa mungkin memanfaatkannya dengan menggunakan bentuk komunikasi nonverbal. Mengatur jarak dan posisi agar wanita yang diajak bicara dapat melihat kita lebih jelas, angan terlalu dekat jangan telalu jauh. Menggerak-gerakkan jari bukan merupakan hal yang baik, karena akan memperlihatkan kalau kita tidak percaya diri. Menyedekapkan tangan dan memasukkan tangan di saku celana juga bukan ide bagus. Senyuman atau sedikit sentuhan bisa menjadi alternatif. Tetapi jangan belebihan mengunakan senyuman dan sentuhan karena akan membuat si wanita mengira anda gila atau aneh.
Melakukan hal hal yang mebuat wanita penasaran atau tidak terduga adalah salah saru penggunaan komunikasi nonverbal. Wanita suka hal hal yang membuatnya penasaan, hal itu dibuktikan banyak wanita yang suka mengikuti serial di tv. Dengan mengerti sifat wanita yang seperti itu, dapat digunakan sebagai cara untuk memikat wanita. Misalnya, dalam e-book yang berjudul ”Cara Memikat Wanita Idaman Anda” Ronald Frank (pencinta-wanita.com) memberi contoh : berikan kejutan, jika si wanita suka bunga, bilang bahwa anda tidak akan pernah kasih dia bunga. dan 2 hari kemudian, berilah dia bunga. Dengan melakukan contoh di atas, diharapkan seorang wanita dapat penasaran pada seorang pria dan pikirannya terfokus pada pria tersebut. Komunikasi nonverbal dalam contoh diatas adalah melakukan hal yang tidak terduga/penasaran akan menciptakan emosi tertentu.
Kesalahpahaman akibat komunikasi nonverbal jarang terjadi, hal itu karena komunikasi nonverbal menggunakan bahasa nonverbal dalam penggunaanya. Dalam komunikasi nonverbal tidak digunakan bahasa lisan atau tulisan, tetapi menggunakan bahasa-bahasa verbal.
Kesalapahaman biasanya disebabkan karena perbedaan kebudayaan. Bentuk komunikasi nonvebal tertentu di setiap daerah memliki makna yang berbeda. Misalnya menggelengksn kepala di indonesia berarti tidak, tetapi dia arab saudi artinya ya. Oleh karena itu dalam penggunaan komunikasi nonverbal kita harus tau bagaimana kebudayaan lawan bicara kita.
Dengan melihat perbedaan budaya memengaruhi penggunaan komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal  sebaiknya kita harus mengetahui latar belakang wanita yang diidamkan. Dengan mengetahui latar belakang budayanya, kesalahpahaman akibat perbedaan kebudayaan dapat dikurangi. 


III. Penutup   
           
Setelah mengetahui definisi dan contoh dari komunikasi verbal dan non verbal dalam kehidupan sehari-hari,  kita dapat menggunakannya untuk memikat wanita idaman kita. Karena dalam setiap usaha pemikatan wanita dibutuhkan komunikasi yang baik dan benar. Pemahaman tentang komunikasi verbal dan nonverbal sangatlah penting. Tanpa pemahaman yang baik kita tidak tahu apakah komunikasi yang kita lakukan baik atau tidak baik. Dengan memahami komunikasi verbal dan nonverbal pula kita dapat memahami apa yang wanita pikirkan terhadap kita. Sebagai contoh ketika kita berbicara pada wanita yang kita inginkan, kita dapat mengetahui wanita tersebut senang diajak berbicara atau tidak dengan melihat bentuk komunikasi verbal yang dikeluarkan wanita tersebut, seperti ekspresi wajah atau intonasi suara.
            Setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan dari komunikasi verbal dan nonverbal, kita dapat memutuskan lebih banyak mengunakan komunikasi verbal atau nonverbal dalam memikat wanita. Karena jika kita salah strategi dalam mengombinasikan keduanya akan mempersulit kita dalam mendapatkan wanita idaman kita. Dengan mengetahui kelebihan dan kekurangan komunikasi verbal dan nonverbal dalam memikat wanita, dapat diketahui.
            Ternyata komunikasi nonverbal lebih berpengaruh dari komunikasi verbal. Dengan menunjukkan kepercayaan diri kita, dapat membuat seorang wanita percaya. Kepercayaan diri bukan dilihat dari bahasa yang kita gunakan, apakah bahasa yang kita gunakan sudah mengikuti kaidah yang benar atau belum itu tidak menjadi masalah. Yang terpenting adalah menunjukkan kepercayaan diri kita dengan menggunakan komunikasi-komunikasi nonverbal seperti, intonasi suara ketika bebicara.
            Seperti lirik lagu yang dinyanyikan oleh rani (dapat dilihat dibagian isi), wanita lebih menyukai tingkah laku kita daripada kata-kata. Karena kata-kata tanpa perbuatan adalah omong kosong.  Karena tingkah laku kita dapat menjelaskan lebih banyak hal daripada kata-kata. Dengan kita bertingkah laku yang menunjukkan keseriusanya pada seorang wanita mwmbuat seorang wanita percaya pada kita. Keseriusan dalam tingkah laku dapat dilakukan dengan tepat waktu, sikap yang perhatian, jujur, dan sebagainya. Dengan melihat tingkah laku sebagai hal yang penting, diharapkan seorang pria yang sedang dalam usaha mencari wanita . Sekedar kata ” aku sayang kamu ” pun tidak bisa menjelaskan lebih banyak keseriusan seorang pria terhadap wanita..
            Dari tulisan mengenai kelebihan dan kekurangan komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal dalam memikat wanita, ada beberapa hal yang didapat. Pertama, komunikasi nonverbal merupakan bentuk komunikasi yang efisien, dengan komunikasi nonverbal seorang wanita dapat tertarik pada seorang pria. Kedua, penguasaan komunikasi nonverbal sangat penting, karena dengan penguasaan komunikasi nonverbal kita dapat menjelaskan hal-hal yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Ketiga, komunikasi nonverbal harus digunakan sebagai pendukung komunikasi verbal yang digunakan, karena tanpa komunikasi nonverbal, komunikasi verbal yang kita gunakan sepeti omong kosong. 


            Daftar Pustaka

Mulyana, Deddy. 2003. Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung: Rosda
Frank,Ronald. Cara Memikat Wanita Idaman Anda. Diakses 26 Oktober 2008. terarsip di  
Vedder, Teguh. Isyarat Fisik Dan Verbal. Diakses 26 Oktober 2008. Terarsip di:
 

You Might Also Like

0 comments

Like us on Facebook