Duh, kok dah ada yang bikin

Minggu, Maret 24, 2013

"There's nothing new under the sun"

Beberapa hari terakhir saya merasa kalau quote tersebut ngena banget ke saya. Setahun yang lalu saya juga merasakan hal yang sama. Tepatnya ketika sedang mencoba mengadu peruntungan di kompetisi. Sebut saja sebuah kompetisi iklan dimana peserta diharuskan mencari solusi atas permasalahan yang diberikan dengan cara yang inovatif dan tentunya kreatif.

Berhari-hari brainstorm, dapet ide, eksekusi, akhirnya karya pun jadi. Terus iseng-iseng buka situs iklan, eh...ternyata di belahan dunia lain udah ada yang bikin. Sedih sih udah susah-susah brainstorm ternyata udah ada yang bikin, tapi seneng juga soalnya itu berarti pemikiran kita udah sama kayak pemikiran orang lain di negara lain.


Hal ini membuat saya sadar kalo bikin sesuatu yang bener-bener baru itu nggak gampang (atau nggak mungkin?). Butuh banyak latihan dan yang lebih penting harus update info terkini tentang kemungkinan apa saja yang bisa dibuat dan apa yang sudah pernah dibuat. Jadi waktu mau bikin sesuatu kita tambah yakin kalo yang kita bikin itu inovatif.

Kejadian yang berulang kali saya alami ini nggak cuma pernah dialami saya, bahkan agency-agency besar pun juga pernah mengalami hal yang sama. Seperti yang pernah dialami oleh Bates Jakarta dan Ogilvy Bangkok pada tahun 2010. 

WWF print ad by Bates Jakarta

WWF print ad by Ogilvy Bangkok
Secara kasat mata bisa dilihat bahwa kedua print ad tersebut menggunakan konsep yang sama dengan pesan yang kurang lebih sama, hanya copy saja yang berbeda. Klien yang sama, konsep yang sama tapi dari agency dan negara yang berbeda.

Dari situ saya menyadari bahwa setiap orang dibelahan bumi manapun memiliki potensi untuk memiliki ide yang sama. Oleh karena itu jika punya ide harus segera direalisasikan, jangan hanya sebatas wacana saja. Jangan sampai ide yang baru saja didapat sudah keburu dieksekusi sama orang lain. Kemudian yang terpenting adalah segera dipublikasikan, terlebih melalui media online. Salah satu keuntungan sebuah karya di-publish di media online adalah terdapat data yang berupa tanggal kapan karya tersebut dipublikasikan. Dengan begitu ketika waktu ada orang lain membuat hal yang sama persis, sudah diantisipasi dengan mempublikasikannya lebih dahulu dan disertai bukti. Sehingga terhindar dari tuduhan plagiarisme.

Terus saya juga sadar perlunya lihat-lihat referensi. Bukan buat cari inspirasi lho, ya seperti yang saya sebutkan tadi agar kita tahu apa yang memungkinkan dibuat dan apa yang sudah pernah dibuat. Tujuannya biar nggak bikin sesuatu yang udah pernah dibuat, nggak asyik juga udah susah-susah dibuat ternyata udah ada yang bikin. 
Semoga kita semua terhindar dari hal-hal kebetulan seperti ini.



You Might Also Like

0 comments

Like us on Facebook