Rawan Typo

Senin, Juni 24, 2013

Saya memutuskan untuk menghabiskan malam minggu kemarin dengan menonton pameran anak DKV ISI. Pamerannya bertema korupsi gitu deh. Melihat beberapa karya yang cukup bagus, kemudian saya berniat untuk mempromosikan acara ini lewat twitter. Niatnya saya nulis begini "Pameran anak ISI di bentara budaya ini oke juga. Mari² datang~". Setelah tweet sent, saya kira semua akan baik-baik saja sampai ada teman saya yan nge-mention




Saya kira teman saya ini menyalahgunakan fasilitas quote tweet dengan mengganti kata "anak" dengan "anal". Kedua arti tersebut memiliki arti yang jauh berbeda. Setelah saya cek ternyata memang saya yang salah.

Sedih sekali. Sudah malam minggu datang ke pameran sendirian, pake salah nge-twit lagi. :(

Bicara soal typo, handphone dengan layar sentuh memang sangat rawan untuk typo. Saya sendiri sering mengalaminya dari yang levelnya biasa seperti "ya" jadi "ys" sampai yang paling parah (seperti contoh diatas). Typo sendiri terjadi karena ada dua huruf yang peletakannya bersebelahan sehingga ketika salah ketik akan menghasilkan kata yang berbeda, apalagi jika mengetik tanpa melihat keypad (hanya berdasarkan hafalan). Semisal di kasus tadi huruf K dan L bersebelahan, maka sangat besar kemungkinan terjadi salah ketik.

Selain kata "anak" jadi "anal" ada beberapa kata lain yang rawan typo seperti
"tiket" jadi "toket"
"gaul" jadi "gauk"
"koper" jadi "kopet"
"silir" jadi "silit"
"nenek" jadi "memek"
"tetel" jadi "tetek"
"masak" jadi"masal"
dan lain sebagainya~

Oleh karena itu marilah kita berhati-hati dalam melakukan komunikasi 2 arah melalui SMS, chat, atau social media. Jangan terburu-buru menekan tombol send daripada berakhir dengan salah paham.

You Might Also Like

2 comments

Like us on Facebook