Loh dah dihapus kok bisa muncul?

Kamis, Agustus 22, 2013

Jadi beberapa waktu yang lalu saya punya ide buat bikin iklan radio tentang jangan sms sambil berkendara. Buat  nambah-nambah portfolio gitu. Idenya sih sederhana, di alam kubur nggak ada sinyal handphone jadi jangan sampe berkomunikasi pake handphone bisa mengantarkanmu ke alam kubur yang mana komunikasimu bisa terputus. Terus berhubung saya males eksekusi iklan radio, ide tersebut saya transformasikan ke print ad. Ya meski agak maksa gitu. Biar kelihatan keren, saya kasih logo Telkomsel. Ceritanya  iklan ini dipersembahkan oleh Telkomsel gitu. Kenapa Telkomsel? karena menurut saya sebagai perusahaan telco, Telkomsel harus mengedukasi konsumen mereka untuk lebih cerdas dalam berkomunikasi menggunakan telepon genggam. Akhirnya print ad tersebut jadi dan saya upload di blog portfolio saya www.wowmatahari.blogspot.com tapi tidak saya publish ke social media mana pun. (kalo mau baca body copy-nya bisa diklik gambarnya, kalo males ngeklik : "maaf sinyal kami belum menjangkau alam kubur. Jangan biarkan ada pesan tak sampai karena anda SMS sambil berkendara.")

Selang beberapa hari kemudian saya kepikiran kalo isu "sms nggak nyampe" itu cukup sensitif di industri ini, apalagi di print ad ini body copy-nya berukuran kecil. Bisa-bisa audience cuma baca headline-nya aja dan nganggep Telkomsel sinyalnya jelek. Kalo itu sih sama aja bunuh diri pikir saya. Oleh karena itu dengan cepat saya ganti logonya jadi Kemenkominfo (kementrian komunikasi dan informasi). Soalnya menurut saya Kementrian ini juga punya tugas untuk mengedukasi masyarakat tentang perilaku berkomunikasi menggunakan teknologi komunikasi. Dengan sedikit perubahan, jadi lah iklan PSA tadi dipersembahkan oleh Kemenkominfo.....dan masih agak maksa :p. Lalu print ad yang versi telkomsel saya hapus dari blog portfolio dan saya ganti print ad di atas. Kalo nggak salah cuma berselang 3 hari.

Sebenernya saya nggak begitu menganggap ide di iklan ini cukup kuat, bahkan karya ini nggak saya masukin ke portfolio yang saya kirimkan sebagai lamaran copywriter ke agency-agency (saya lebih memilih memasukkan karya yang lain).

Beberapa bulan kemudian, tepatnya tadi malam saya ke Gramedia dan membeli buku berjudul "Merek Indonesia Harus Bisa". Bukunya bagus sih, ngomongin tentang  branding dan bagaimana brand lokal harus membangun brand-nya. Saya baca halaman per halaman isinya lumayan bagus buat para pemilik brand lokal atau orang-orang  yang ingin belajar branding.  Sampai akhrnya saya buka halaman 91 dan terkejut. Print Ad telkomsel yang sudah saya hapus tiba-tiba bisa muncul di halaman tersebut. Entah apa yang dipikirkan si pembuat buku kok memasukkan print ad bikinan mahasiswa ke dalam bukunya. Padahal  nggak ada hubungannya dengan tulisan di halaman itu.


Sebenernya saya nggak ada masalah print ad bikinan saya muncul ke buku tersebut. Yang saya takutkan, itukan cuma print ad iseng-iseng dan bodycopy-nya nggak bisa terbaca jelas di buku itu. Belum lagi ada logo telkomsel yang meski berukuran kecil tetap bisa dikenali. Jadi kemungkinan untuk misinterpretasi bisa saja terjadi. Saya harap di cetakan selanjutnya, tim buku ini bisa menggunakan gambar yang lebih tepat untuk tulisannya atau kalo masih mau majang karya saya, karya yang lain aja jangan yang ini (ngarep :p).

Yang jadi pertanyaan adalah kok bisa dapet gambar itu dari mana ya?



You Might Also Like

3 comments

Like us on Facebook